Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Takdir

Ku tahu memang ini salah Tak tentu arah hati yang condong ke arah mu Kau tak tahu kala rasa ini ku pendam Ku perhatikan dirimu dari jauh Perhatikan semua tingkah laku mu Tawa mu dan sedih mu Kau satu - satu nya pelipur lara ku Kau satu - satu nya yang mendengarkan celoteh ku Apakah salah hingga rasa itu hinggap di hati ku Namun rasa ini masih ada dalam kendali ku Sebelum rasa itu lepas terbang jauh nan tinggi Ku abaikan saja gurauan dan celoteh mu Ku abaikan saja pikiran ku yang berteriak kencang ingin memiliki mu Ku abaikan juga benak ku yang ingin sekedar menggenggam tangan mu Aku datang di waktu yang salah Di saat hati mu milik yang lain Mungkin aku saja yang terlambat mengenal mu Mungkin hanya aku saja yang punya perasaan ini Mungkin hanya kamu saja yang belum tahu Atau mungkin ini hanya khayalan ku semata Sungguh bodoh aku berharap Toh kamu hanya lah fatamorgana indah yang singgah di hidup ku Dan semoga takdir tidak mempermainkan pertemuan kita saat ini Biar...

Langit malam

Langit malam yang bersinar mendung Ditutupi awan kelabu Purnama pun malu - malu menampakkan sinar nya Angin semilir menghembus kulit ku Tak sedingin udara di tengah malam Suara musik menghentak telinga ku Mengacuhkan nyamuk yang mulai mengganggu ku Ku tinggalkan tempat duduk ku Menatap langit malam yang sendu Suara nyaring mesin motor di tengah jalan Melewati hiruk pikuk kota metropolitan Makassar di kota ini aku tumbuh dewasa Menyaksikan segala kejadian di sekitar ku Menyimpulkan dan mengamati keadaan Seorang gadis yang masih mencari tujuan hidup Malam ini tak sesendu suasana nya Hanya pikiran saja yang sedang kalut Semoga lantunan senandung ku yang tak merdu Menghibur suasana hati yang sendu Aah semoga saja

Siang itu

Siang itu ku bertemu dengan mu Tak sengaja ku sapa engkau Hanya tersenyum melihat ku Mungkin aku tahu arti senyuman itu Atau hanya pikir ku saja Engkau bercerita tentang masa lalu Tentang perasaan yang pernah tertanam di hatimu Tapi tak ku hiraukan itu Seolah menganggap dirimu bergurau Ku abaikan rasa khawatir yang menyergap ku Rasa was was akan diri mu yang terlalu berharap pada diriku Maaf kawan, aku tak bisa membalas rasa mu Walau aku tahu telah menyakiti hati mu Menggores luka di hati mu Tetap saja maafkan aku sekali lagi karena telah lancang mengizinkan ku masuk di relung hati mu Maafkan aku karena tak sempat membalas semua perhatian mu Maaf mungkin takdir kita memang hanya berkawan bukan berkasih