Secercah mentari

Siang yang terik kala itu
Ku sandarkan bahu ku bersandar pada dinding
Awan berarak, hembusan angin sepoi - sepoi
Pikiran melanglang buana entah kemana
Melihat burung - burung terbang bebas tanpa beban
Ku hirup udara sejenak merasakan kembali tenaga ku yang terkuras
Begitu penat nya hiruk pikuk manusia saat itu
Aah,pikiran ku terlalu jauh
Seharusnya saja aku tetap disini
Menggapai semua impian ku
Tapi bodoh nya aku yang hanya melihat realita
Terlalu pengecut kah aku
Realita begitu kejam
Tak semua impian itu terwujud
Aku hanya berjalan di tempat ku
Tidak pula maju
Hanya terjebak di lintas ruang ini
Tak patut kah aku bahagia
Walau definisi bahagia itu sendiri aku tak mengerti
Lagi - lagi khawatir ku menyerang diri ku
Entah aku yang terlalu pengecut
Atau aku hanya takut melangkah
Kau tahu hal apa yang ku hadapi saat ini
Kebodohan ku akan rasa takut itu sendiri
Biarkan saja nyali ini ciut
Akan ada saat nya kucing ini berubah menjadi singa
Kelak belajar lah untuk jadi pribadi yang tangguh lagi wahai diriku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takdir

Refleksi diri di akhir tahun

Ramadhan kareem 2021 with covid19